Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Provinsi Bali, Ni Luh Djelantik, menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan di Desa Denbantas pada Senin (20/7/2026). Bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Desa Denbantas, acara yang dimulai tepat pukul 10.30 WITA ini berlangsung hangat, interaktif, dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan reses ini menjadi wadah penting bagi masyarakat setempat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil mereka di Senayan.
Antusiasme warga Desa Denbantas terlihat dari hadirnya berbagai unsur pemerintah desa, tokoh adat, hingga lembaga kemasyarakatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
- Pemerintah & Lembaga Desa: Perbekel Desa Denbantas beserta jajaran, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Denbantas.
- Tokoh Adat: Bendesa Adat Kubontingguh dan Bendesa Adat Dukuh Buahan.
- Keamanan: Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Denbantas.
- Kelompok Masyarakat & Posyandu: Tim Penggerak PKK Desa Denbantas, para kader posyandu, serta perwakilan lansia.
- Pengelola Lingkungan & Ekonomi: Ketua TPS3R dan Ketua KDMP Desa Denbantas.
Dalam pemaparannya, Ni Luh Djelantik menggarisbawahi berbagai fenomena dan isu krusial yang tengah dihadapi masyarakat Bali saat ini. Mulai dari tantangan alih fungsi lahan, isu lingkungan dan tata kelola sampah, perlindungan budaya lokal, hingga dinamika ekonomi warga lokal di tengah pesatnya pariwisata.
Beliau menegaskan komitmennya sebagai legislator DPD RI untuk terus berdiri paling depan dalam membela hak-hak rakyat Bali.
Point Penting Paparan Ni Luh Djelantik:
- Penguatan Peran Desa Adat & Lokal: Memastikan kebijakan pusat tetap berpihak pada kelestarian adat dan budaya Bali.
- Isu Lingkungan & Isu Sosial: Mendorong efektivitas pengelolaan sampah dari sumbernya (seperti peran TPS3R) serta perhatian pada kesehatan lansia dan ibu-anak melalui optimalisasi Posyandu.
- Pengawalan Aspirasi: Menyuarakan setiap persoalan daerah secara tegas dalam forum-forum DPD RI agar mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Sesi diskusi berjalan hidup ketika perwakilan warga, kader PKK, hingga pengurus TPS3R menyampaikan berbagai masukan terkait kendala operasional di lapangan, program kesejahteraan masyarakat, hingga harapan akan adanya dukungan regulasi yang lebih kuat bagi pembangunan desa.
Acara reses diakhiri dengan foto bersama dan komitmen dari Ni Luh Djelantik untuk membawa seluruh catatan aspirasi masyarakat Desa Denbantas ke tingkat nasional demi kesejahteraan krama Bali secara berkelanjutan.